Bahasa Indonesia

Kalimat Efektif
Syarat kalimat efektif:

Kesatuan gagasan (terdapatnya satu ide pokok dalam suatu kalimat). Contoh: Pembangunan gedung sekolah baru pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberikan kredit. (Terdapat S ganda)

Kepaduan atau koherensi (terjadinya hubungan yang padu antarunsur-unsur pembentuk kalimat). Contoh: Kepada setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi. (S tidak jelas)

Penalaran (kalimat yang logis, masuk akal, adanya pola pikir yang sistematis). Contoh: Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki.

Kehematan (ekonomisasi bahasa). Contoh: Di rumah besar itu mereka tinggal hanya bertiga saja.

Penekanan/pemfokusan (pemusatan perhatian bagian kalimat tertentu). Contoh: Sangat memprihatinkan keadaan perekonomian Indonesia saat ini. (Unsur yang ditonjolkan adalah P)

Kesejajaran (adanya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai). Contoh: Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan buku-buku diberi label.

Variasi (dapat dilakukan di antaranya dengan penggunaan kalimat langsung atau tidak langsung, kalimat aktif atau kalimat pasif, dll).

Contoh-contoh Kalimat yang Tidak Efektif :
Contoh ketidaksejajaran kalimat:

“Kami juga sudah laporkan hal ini kepada Kepolisian Wilayah Banyumas agar dapat segera ditindaklanjuti,“ katanya. (Madina Nusrat)
Air hujan yang ditampung di tempayan tidak hanya digunakan warga untuk mandi cuci kakus, tetapi juga untuk konsumsi. (F Laksana Agung)

Contoh Kehematan atau ekonomisasi bahasa:

“Taman hanya menjadi ruang terbuka yang tidak bisa diakses publik dan hanya bisa dinikmati keindahannya saja”. (Dahlia Irawati)

Contoh Kepaduan: (Subjek tidak jelas)

Untuk benang sutra, sanggup diekspor hingga 25 kg. (Lukas Adi Prasetyo)

Download Materi :

Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

Paragraf

Filed under: Materi Kuliah

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.